pelaku game malware steam – Game Malware Steam – Dalam beberapa bulan terakhir ini, sudah beberapa kali terjadi game di Steam yang terdeteksi yang berisi malware di dalamnya. Tentu saja pihak Valve langsung gerak cepat menghapus game-game tersebut di platform Steam mereka agar menjamin kenyamanan para Gamer.
Namun apa jadinya jika ada pelaku dari pemilik game malware tersebut ternyata dikejar terus sampai akhirnya ditangkap oleh FBI. Waduh, serius nih?!
Kronologi Pelaku Game Malware di Steam Telah Ditangkap FBI

Selain itu, berdasarkan informasi dari Local10, semua ini berawal ketika para pelaku yang meluncurkan game malware di Steam sebanyak 8 game mereka luncurkan. Aksi mereka tersebut dilakukan pada jelang waktu bulan Mei 2024 dan Februari 2026.
Diketahui aksi para pelaku mendapat akses sekitar 8000 perangkat milik korban dan telah mencuri senilai $220 ribu atau sekitar Rp 3,94 Miliar dalam bentuk Crypto.
Aksi kejahatan mereka terus didorong agar game malware tersebut semakin luas penyebarannya dengan memanfaatkan platform layanan seperti Discord, Telegram, Twitter X, dan juga LinkedIn. Diketahui mereka juga menggunakan bot untuk bisa menemukan orang-orang yang memiliki banyak sekali nilai Crypto dan mencari cara membujuk mereka untuk mengunduh game-nya.
Di sisi lain, ketika game
Di sisi lain, ketika game berisi malware tersebut di-install pada perangkat korban, mereka langsung mencuri data pribadi dan juga password milik Player sehingga para pelaku bisa membobol isi ‘dompet’ dari korban.
Pelaku Berhasil Ditangkap karena Kesalahan Sendiri

Berdasarkan sumber informasi yang sama, para pelaku game malware tersebut telah berhasil ditangkap oleh pihak FBI berkat adanya data informasi karena kesalahan dari mereka sendiri.
Pihak FBI berhasil menemukan posisi mereka karena para pelaku menggunakan layanan Uber Eats untuk memesan makanan. FBI mengikuti jejak dari para pelaku lewat aset Crypto hasil curian mereka yang mengarah ke sebuah layanan penjual Gift Card. Dari sana, ditemukan lebih dari 150 Gift Card yang dibeli para pelaku dimana sebagian besar mereka gunakan untuk layanan pesan-antar makanan lewat Uber Eats.
Menariknya, setelah mengetahui sumber informasi seperti itu, pihak FBI langsung meminta informasi kepada platform layanan terkait untuk mencari tahu kemana arah tujuan pengiriman pesanan dari para pelaku.

Lokasi para pelaku pun ditemukan
Lokasi para pelaku pun ditemukan yang berada di rumah atau alamat tempat kampus. Investigasi yang dilakukan oleh FBI mencuat ke publik pada bulan Maret 2026 dan para korban diminta untuk menghadiri untuk memberikan laporan atas apa yang mereka alami terhadap game malware dari pelaku tersebut.
Berdasarkan hasil investigasi dari kasus tersebut, diketahui para pelaku harus menghadapi hukuman penjara paling lama 10 tahun.
Perlu diketahui, itulah informasi mengenai bagaimana pelaku game malware di Steam telah ditangkap oleh tim FBI karena kesalahan dari mereka sendiri. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Baca juga informasi menarik FivaGame lainnya terkait Steam atau artikel lainnya dari ZevranThaddeus. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
Sumber: FivaGame
