SUBSCRIBE
Font ResizerAa
  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Search
  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Perbedaan KDE Plasma, GNOME, Cinnamon, dan xfce — Desktop Environment Linux yang Populer
Berita Game

Perbedaan KDE Plasma, GNOME, Cinnamon, dan xfce — Desktop Environment Linux yang Populer

Zevran Thaddeus
Last updated: September 6, 2026 11:18 am
Zevran Thaddeus
Share
7 Min Read
SHARE
  • Apa Itu Desktop Environment Linux?
    • 1. GNOME
    • 2. KDE Plasma
    • 3. Xfce
    • 4. Cinnamon
    • 5. LXDE
    • 6. MATE
    • Bisakah Ganti Desktop Environment?
    • Pilih yang Mana?

Buat pengguna Linux, istilah Desktop Environment (DE) mungkin sudah tidak lagi terdengar asing. Namun bagi orang yang baru pindah dari Windows atau macOS, ia bisa terasa membingungkan. Secara sederhana, Desktop Environment adalah kumpulan komponen yang membuat Linux memiliki tampilan antarmuka grafis (GUI) sehingga pengguna bisa berinteraksi dengan komputer menggunakan mouse dan keyboard, tanpa harus terus bergantung pada terminal.

Linux sendiri tidak memiliki satu tampilan desktop yang wajib digunakan. Faktor ini yang menjadi salah satu perbedaan menarik Linux dibanding sistem operasi Windows atau macOS. Pengguna bisa memilih Desktop Environment sesuai kebutuhan, mulai dari yang sederhana dan ringan sampai yang penuh fitur dan punya banyak opsi kustomisasi.

Apa Itu Desktop Environment Linux?

desktop environment linux
Apa itu DE pada Linux?

Selain itu, desktop Environment sejatinya bukan cuma soal wallpaper, ikon, atau tampilan menu. Di dalam sebuah DE terdapat berbagai komponen yang bekerja bersama untuk menyediakan pengalaman menggunakan desktop. Biasanya terdapat window manager, panel atau taskbar, menu aplikasi, file manager, pengaturan sistem, notifikasi, hingga berbagai utilitas bawaan.

Salah satu DE yang populer, Xfce misalnya, memiliki komponen terpisah seperti desktop manager, panel, window manager, settings manager, dan file manager Thunar. Pendekatan seperti ini membuat masing-masing bagian bisa bekerja secara modular.

Oleh karena itu, ketika seseorang mengatakan menggunakan Linux dengan DE ini atau itu, yang dimaksud bukan distro Linux yang berbeda. Desktop Environment adalah lapisan antarmuka yang berjalan di atas sistem Linux. Mari kita bahas satu persatu:

1. GNOME

Gnom
Salah satu DE paling populer

Di sisi lain, gNOME merupakan salah satu Desktop Environment yang paling banyak ditemui di dunia Linux. Fedora Workstation, misalnya, menggunakan DE ini sebagai desktop utama. Ia memiliki pendekatan desain yang cukup berbeda dari Windows karena lebih mengandalkan overview untuk mengakses aplikasi dan mengelola jendela.

Desktop Environment ini cocok untuk pengguna yang menyukai tampilan minimalis dan pengalaman yang cukup sederhana. Kelemahannya, beberapa pengguna mungkin merasa pilihan kustomisasinya tidak sebanyak Desktop Environment lain tanpa bantuan extension.

2. KDE Plasma

Kde
Paling banyak kustomisasinya

KDE Plasma biasanya menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mengutak-atik tampilan desktop. Hampir berbagai bagian antarmuka bisa disesuaikan, mulai dari panel, widget, tema, shortcut, sampai perilaku jendela.

Menariknya, kDE juga menyediakan banyak pengaturan sistem melalui System Settings. Dokumentasi KDE menunjukkan adanya pengaturan untuk berbagai aspek seperti workspace, keyboard, mouse, shortcut, session management, hingga accessibility.

3. Xfce

Xfc
DE yang ringan

Tidak semua orang membutuhkan desktop dengan banyak efek visual dan fitur. Untuk komputer lama atau pengguna yang ingin menghemat resource, Xfce menjadi salah satu pilihan populer.

Ia memang dirancang sebagai Desktop Environment yang ringan, cepat, tetapi tetap menyediakan pengalaman desktop modern. Proyek ini juga menggunakan pendekatan modular, sehingga berbagai komponennya dapat digunakan dan dikonfigurasi secara terpisah.

4. Cinnamon

Cinamon
Bagian dari Linux Mint

Perlu diketahui, cinnamon dikembangkan oleh proyek Linux Mint dan menjadi salah satu DE yang menarik bagi pengguna yang terbiasa dengan tampilan Windows. Antarmukanya menggunakan konsep panel, menu aplikasi, dan system tray yang cukup familiar.

DE ini bisa menjadi pilihan bagi pengguna yang baru berpindah dari Windows tetapi tidak ingin langsung beradaptasi dengan desain desktop yang terlalu berbeda. Dibanding beberapa DE modern, ia juga memberikan cukup banyak pilihan untuk mengatur tampilan dan perilaku desktop.

5. LXDE

Lxd
Untuk perangkat yang jadul

Jika prioritas utama adalah penggunaan resource yang sangat rendah, DE ini bisa menjadi salah satu pilihan. Desktop Environment tersebut memang dikenal karena desainnya yang ringan dan sederhana.

Sementara itu, lXDE cocok untuk komputer dengan spesifikasi terbatas, terutama perangkat lawas yang mungkin terasa berat ketika menjalankan Desktop Environment modern. Tampilan dan fiturnya memang tidak semewah KDE atau lainnya, tetapi justru itu yang membuatnya ringan.

LXDE juga menggunakan pendekatan modular dengan sejumlah komponen yang dapat bekerja secara terpisah. Saat ini, pengembangan desktop ringan tersebut lebih banyak diteruskan melalui LXQt, yang menggabungkannya dengan framework Qt.

6. MATE

Mat
Bagi yang suka tampilan Linux klasik

MATE juga merupakan pilihan menarik bagi pengguna yang menyukai tampilan desktop klasik. Ia merupakan kelanjutan dari GNOME 2 setelah GNOME beralih ke desain antarmuka yang berbeda.

Lebih lanjut, dari sisi penggunaan, DE ini menawarkan desktop yang relatif ringan dengan konsep antarmuka tradisional. Ada panel, menu aplikasi, taskbar, dan berbagai elemen yang membuatnya terasa familiar. Oleh karena itu, MATE sering dipilih oleh pengguna yang tidak membutuhkan efek visual berlebihan namun tetap ingin desktop yang lengkap.

Bisakah Ganti Desktop Environment?

Mengutak-atik dan berganti DE merupakan salah satu kelebihan Linux. Satu distro Linux tidak selalu terikat dengan satu Desktop Environment. Fedora misalnya menyediakan berbagai pilihan desktop melalui edisi dan spin yang berbeda.

Pengguna juga bisa memasang lebih dari satu Desktop Environment dalam satu sistem. Saat login, biasanya pengguna dapat memilih ingin masuk menggunakan desktop yang mana.

Namun, memasang banyak DE sekaligus tidak selalu menjadi pilihan terbaik karena masing-masing membawa aplikasi dan konfigurasi sendiri. Bagi pengguna baru, biasanya lebih praktis memilih satu Desktop Environment yang sesuai kebutuhan.

Pilih yang Mana?

Tidak ada Desktop Environment yang paling bagus untuk semua orang. Jika ingin tampilan modern dan sederhana, GNOME bisa menjadi pilihan. Jika suka kustomisasi, KDE Plasma lebih menarik. Sementara itu, Xfce cocok untuk pengguna yang mengutamakan performa dan penggunaan resource yang ringan.

Desktop Environment adalah salah satu alasan mengapa Linux terasa sangat fleksibel. Pengguna tidak sekadar memilih distro, melainkan juga bisa menentukan mau seperti apa pengalaman desktop yang ingin digunakan. Inilah yang membuat Linux bisa terasa seperti sistem operasi yang benar-benar berbeda hanya dengan mengganti Desktop Environment. Kalau kamu sudah tertarik pakai Linux hari ini?


Tidak hanya itu, dapatkan informasi keren di FivaGame terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari ZevranThaddeus. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]

Tags: Linux

Sumber: FivaGame

Contents
  • Apa Itu Desktop Environment Linux?
    • 1. GNOME
    • 2. KDE Plasma
    • 3. Xfce
    • 4. Cinnamon
    • 5. LXDE
    • 6. MATE
    • Bisakah Ganti Desktop Environment?
    • Pilih yang Mana?
Emulator Playstation 5 untuk PC Kini Bisa Buka GTA V Sampai Menu
WikiGacha, Game Gacha Berbasis Browser Berdasarkan Artikel Wikipedia Viral di Internet
Developer Arknights Endfield Sebut Sulitnya Merilis Game RPG Gacha di Era Pasca Genshin
Director Resident Evil Requiem Bahas Reaksi Fans Soal Leon Memakai Cincin
Bocoran Skin Starlight September 2026, Hanzo Tampil Makin Sangar!
TAGGED:Linux
Share This Article
Facebook Email Print

New Releases

- Advertisement -
Ad image

Trending Stories

Berita Game

10 Hero Mobile Legends Pick Rate Tertinggi Season 41

September 17, 2026
Berita Game

Developer MindsEye PHK Lagi, Studio Tutup?

September 17, 2026
Berita Game

Tokyo Game Show 2026 — Capcom Ungkap 3 Judul Resident Evil yang akan Hadir di Switch 2

September 17, 2026
Berita Game

Kiriman RMA dari NVIDIA Bermasalah, RTX 5070 Pengguna Ini Hilang

September 17, 2026
Berita Game

Dukungan NVIDIA di SteamOS Mulai Berjalan, Valve Terus Genjot Optimasi

September 17, 2026
Berita Game

Komdigi Ungkap 22 Aplikasi dan Platform Berbahaya Bagi Anak

September 16, 2026

FIVAGAME.ID

Berita game, tren industri, dan perkembangan dunia gaming

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

Copyright © 2026 fivagame.id, All Rights Reserved.

More from Fivagame

  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?