• TRENDING
  • The Skywalker Saga
  • Elden Ring Boss
  • Sonic Frontiers PS 5
  • Deathloop Gameplay
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Font ResizerAa
  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Search
  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » Review Code Vein II: Eksekusi Tak Sekuat Ambisi! » Page 3
Berita Game

Review Code Vein II: Eksekusi Tak Sekuat Ambisi!

Leonardo Davinci
Last updated: March 14, 2026 9:00 am
Leonardo Davinci
Share
26 Min Read
SHARE

Open-World Tanpa Kontribusi

Banyak game Souls-like yang harus belajar dan menelan satu pil pahit – mereka bukan From Software dengan Elden Ring-nya.

Contents
  • Open-World Tanpa Kontribusi
    • Begitu ia menawarkan sebuah area
  • Kesimpulan
    • Dengan semua kekurangan yang ia
    • Kelebihan
    • Kekurangan

Sesungguhnya, kami harus mengakui bahwa kami sudah mulai merasa lelah dengan konsep Souls-like dengan desain dunia terbuka. Jelas bahwa kesuksesan yang diraih oleh From  Software dengan Elden Ring, yang terhitung cukup revolusioner untuk genre ini, berujung menginspirasi lebih banyak developer untuk mengekor kesuksesan yang sama. Namun apa yang dieksekusi Bandai Namco dengan Code Vein II justru jadi sebuah bumerang yang mengacaukan kualitasnya alih-alih membawanya ke level yang baru.

Hal ini karena selain masalah peta yang kita sudah kita bicarakan sebelumnya, dunia terbuka yang ditawarkan oleh Code Vein II ini gagal untuk menarik perhatian Anda baik dari sisi visual ataupun desain. Ia kusam, penuh dengan warna-warna kelam, tanpa landmark yang pantas untuk dibicarakan, atau sebuah pemandangan spesifik yang siap membuat mata Anda termanjakan. Sementara dari sisi desain? Ia tidak banyak menawarkanrahasia, dungeon, mini-boss, atau sekali lagi – landmark yang menggoda Anda untuk mampir dan memeriksa atas nama penasaran.

Seolah-olah satu-satunya hal yang dipelajari oleh tim Bandai Namco dari Elden Ring adalah sekadar upaya untuk menawarkan peta sebesar yang mereka bisa. Padahal yang menbuat peta Elden Ring begitu memukau adalah ragam kejutan dan detail kecil yang disuntikkan From Software di dalamnya. Gamer mana yang bisa lupa bagaimana aksi eksplorasi kecil-kecilan yang mereka lakukan di sana bisa berujung menjadi pertarungan melawan naga raksasa yang tidak hanya hadir sinematik dan indah, tetapi juga siap untuk membuat bulu kuduk siapapun merinding.

Ia bahkan tidak mampu menawarkan sebuah pendekatan visual sinematik dari sekadar sisi desain.

Selamat datang di salah satu aksi kontrol motor paling tidak keren dan fun yang pernah ada.

Begitu ia menawarkan sebuah area

Begitu ia menawarkan sebuah area eksplorasi yang ditutup dengan pertarugan boss di akhir? Anda akan menemukan bahwa tidak kesemua boss ini hadir unik. Tidak sedikit Anda meemukan bahwa mereka hanyalah varian dari boss yang sudah pernah Anda temui ataupun nanti akan temui, walaupun dengan sedikit ekstra perbedaan moveset untuk varian yang lebih serius.

Dengan demikian, code Vein II juga menyediakan sebuah motor yang bisa Anda panggil secara instan untuk membantu mobilitas Anda di dunia yang luas ini. Bahkan untuk urusan “sesederhana” ini pun, mereka tidak mampu menawarkan sensasi berkendara yang setidaknya sedikit terasa memuaskan. Ia terasa datar dan kaku terlepas dari kecepatan pergerakan yang ia usung, membuatnya tidak lebih dari sekadar moda transportasi alih-alih sesuatu yang akan membuat Anda merasa keren, misalnya.

Kesimpulan

Dengan semua kekurangan yang ia usung pada saat proses review ini, kami akan meminta Anda untuk mempertimbangkan Code Vein II di harga yang lebih murah dan setelah ia mendapatkan pasokan patch tambahan untuk memastkan performa yang lebih stabil, terutama untuk versi konsol.

Sebagai gamer yang mencintai Code Vein pertama dan selalu merekomendasikannya sebagai game souls-like yang paling bersahabat untuk gamer-gamer pemula. Code Vein II sayangnya tidak datang dengan kualitas yang menurut kami lebih baik, atau bahkan sepadan.

Memang, ia masih menawarkan sistem companion yang kini juga terikat pada kesempatan untujk bangkit dari kematian beberapa kali saat bertarung. Namun dengan desain boss yang terkadang mengalami eksalasi tingkat kesulitan yang mengejutkan, sistem ini bahkan terkadang terasa tidak mampu mengimbanginnya. Situasi yang juga mencederai kenikmatan yang sudah ditawarkan dari sistem pertarungan yang cukup menarik lewat ragam kelemahan dan kelebihan yang terikat pada mekanik Blood Code yang ada.

Oleh karena itu, maka seperti yang bisa diprediksi, ada begitu banyak hal yang bisa kami keluhkan dari Code Vein II ini hingga di titik kami berhenti bermain di tengah jalan untuk proses review ini alih-alih menyelesaikannya karena kegagalannya untuk mampu menarik dan menangkap perhatian kami. Namun dari semua yang sudah kami bicarakan, kami masih merasa bahwa sistem peta yang ia usung masih jadi salah satu yang paling membingungkan dan fatal, apalagi untuk game souls-like dengan sistem dunia terbuka seperti ini. Ia benar-benar bisa berujung menimbulkan rasa frustrasi tersendiri. Hal lain yang tidak kalah efektif membuat amarah? Ketika Code Vein II mengharuskan Anda untuk membawa companion spesifik atas nama cerita dengan durasi yang panjang.

Dengan semua kekurangan yang ia

Dengan semua kekurangan yang ia usung pada saat proses review ini, kami akan meminta Anda untuk mempertimbangkan Code Vein II di harga yang lebih murah dan setelah ia mendapatkan pasokan patch tambahan untuk memastkan performa yang lebih stabil, terutama untuk versi konsol. Kami masih lebih merekomendasikan sang seri pertama, yang walaupun kini sudah tua, masih punya kualitas dan daya tarik yang lebih daripada si seri kedua ini. Di titik ini, Code Vein II tak lebih dari produk yang punya eksekusi yang jauh lebih lemah dibandingkan dengan ambisi yang ia perlihatkan.

Kelebihan

Setidaknya dengan sistem companion yang ada, game ini masih memberikan ruang bagi kesalahan.

  • Dunia terlihat cukup berbeda di dua masa saat melakukan perjalanan waktu
  • Sistem companion membuatnya lebih bersahabat dibandingkan kebanyakan game Souls-like
  • Sistem Blood Code menawarkan kelemahan dan kelebihan sistem build yang unik

Kekurangan

Kami lebih memilih visual anime yang lebih lugas ala Code Vein pertama.

  • Sistem peta sering membuat frustrasi
  • Konsep dunia terbuka tidak memberikan kontribusi
  • Kualitas visual anime terasa setengah hati
  • Masalah teknis untuk versi Playstation 5 masih terasa bahkan dengan patch terakhir sekalipun
  • Desain dunia, karakter, hingga musuh berujung tidak menarik
  • Banyak sisi cerita yang mengunci companion yang harus Anda bawa

Direkomendasikan untuk gamer: yang butuh game Souls-like lebih bersahabat, suka dengan Code Vein pertama

Namun, tidak direkomendasikan untuk gamer: yang menyukai game anime dengan visual yang kuat, butuh pengalaman Souls-like open-world yang fun

Sumber: FivaGame

Previous Page123
Saham Pearl Abyss Turun Hampir 30% Setelah Review Crimson Desert Keluar
7 Game Seru Untuk Menemani Ngabuburit Kamu di Tahun 2026!
Tower of Fantasy Akan Matikan Versi PS4 di Oktober 2026
Asosiasi Game Indonesia Menanggapi Rating Game IGRS di Steam yang Jadi Sorotan Gamer
Skin Starlight Februari 2026 MLBB: Ada Skin Eksklusif Hilda “Guardian Battalion”
TAGGED:Actionbandai namcocode vein IIreviewrpg
Share This Article
Facebook Email Print

New Releases

- Advertisement -
Ad image

Trending Stories

Berita Game

[Rumor] GTA VI Versi PC Rencananya akan Dirilis Tahun 2027 Mendatang

April 11, 2026
Berita Game

Proteksi Denuvo Resident Evil Requiem Berhasil Dibobol

April 11, 2026
Berita Game

Imbas Harga PS5 Naik, Penjualan Mingguan Xbox Series Melonjak di Jepang

April 11, 2026
Berita Game

Review KuloNiku – Bowl Up!: Penuh Cinta, Penuh Rasa!

April 11, 2026
Berita Game

Dev Phantom Blade Zero Sebut Game Tidak Pakai AI yang Ubah Intensi Artis

April 11, 2026
Berita Game

That Time I Got Reincarnated in PES, Manga Game PES Isekai Heboh Dikalangan Gamer

April 10, 2026

FIVAGAME.ID

Berita game, tren industri, dan perkembangan dunia gaming

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

Copyright © 2026 fivagame.id, All Rights Reserved.

More from Fivagame

  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?