“Para Penjahat Bakso”

Dunia yang ditawarkan oleh game yang satu ini memang fiksi, tidak ada yang bisa menyangkal hal tersebut. Namun di sisi lain, setidaknya sebagai gamer Indonesia yang hidupnya tidak bisa lepas dari bakso yang notabene jadi comfort food kita. Desain yang ditawarkan Gambir Studio juga bisa jadi pedang bermata dua untuk kelemahan yang tidak signifikan, namun pantas untuk dibicarakann ini. Bahwa ia membuat banyak pelanggan restoran Anda hadir bak “monster”.
Oleh karena itu, sepertinya aman untuk berasumsi bahwa untuk memastikan segala sesuatunya segar, Gambir Studio mendesain permintaan yang dikeluarkan oleh pelanggan dengan indikator belakang layar acak untuk menyusunnya. Dengan demikian, tantangan yang ditawarkan senantiasa segar dan berbeda, setidaknya itu teori yang kami bangun jika melihat ragam jenis permintaan yang dilemparkan para pelanggan ini.
Bahwa tidak hanya kompleks, tidak sedikit situasi dimana Anda menemukan kombiniasi permintaan-permintaan yang sama sekali tidak terasa masuk akal. Sebagai contoh? Di satu titik, kami sempat mendapatkan permintaan untuk semangkuk mie pedas yang kedengarannya sederhana. Yang membuatnya bermasalah? Pelanggan tersebut melanjutkannya dengan permintaan untuk membuat mie ini disajikan dengan profil rasa tidak pedas.

Walaupun secara mekanik, permintaan ini
Walaupun secara mekanik, permintaan ini dimungkinkan lewat kombinasi bahan yang ada, namun permintaan seperti ini tidak bisa dipungkiri. Mencabut keseruan tersendiri dari KuloNiku sebagai restoran bakso dengan simulasi mekanik dan gameplay loop yang asyik. Tidak jarang juga Anda akan bertemu dengan permintaan yang membuat hasil akhir yang disajikan berbentuk beberapa bakso biasa yang sekadar ditambahkan cuka dan garam di atasnya, tanpa kuah, tanpa mie, membuatnya jadi mangkuk bakso dengan krisis identitas.
Namun, situasi ini mungkin bisa kami toleransi jika KuloNiku menyuntikkan permintaan bakso super absurd yang membuat mereka tampil bak “penjahat bakso” ini hanya kepada karakter-karakter NPC spesifik saja, yang membangunnya sebagai bagian dari gimmick dan kepribadiannya. Namun, fakta bahwa keacakan permintaan racikan bakso tidak rasional ini bisa terjadi pada NPC biasa yang mana saja lah yang membuatnya jadi catatan tersendiri bagi kami.
Lagipula, situasi ini juga menimbulkan trauma tersendiri. Permintaan bakso ini terus mengingatkan trauma pribadi dimana kami sempat dengan penuh percaya dirinya memesan kopi karamel tanpa gula di masa lalu, situasi yang notabene bisa dibandingkan dengan masalah KuloNiku ini.
Kesimpulan

Menyenangkan, adiktif, dan juga menantang di saat yang sama adalah apa yang bisa Anda harapkan dari game masak-memasak terbaru dari Gambir Studio – KuloNiku: Bowl Up! Ini. Sesungguhnya kami tidak pernah menyangka bahwa game dengan kualitas kombinasi presentasi 2D dan 3D yang begitu imut seperti ini bisa lahir dari tangan dingin developer Indonesia. Yang juga sudah memikirkan matang beragam sisi QOL yang perrlu mereka hadirkan atas nama untuk mengurangi rasa frustrasi gamer yang tidak bersumber dari tantangan yang mereka berikan. Fakta bahwa ia juga dibalut dengan eksekusi dialog bahasa Indonesia yang natural, OST yang solid, dan karakter-karakter yang menarik adalah ekstra bumbu yang mantap.
Oleh karena itu, keluhan yang bisa kami bicarakan dari kami terkait game ini tidak begitu banyak. Satu-satunya hal yang kami sayangkan hanyalah desain belakang layar yang membuat beberapa varian jenis pesanan bakso menjadi terlalu absurd untuk bisa dirasionalisasi. Walaupun bakso tidak pernah ditetapkan sebagai kuliner yang terikat pada identitas Indonesia, namun ia bukanlah bagian yang bisa terpisahkan. Melihat mangkuk bakso diserahkan dengan komposisi yang nyaris tidak bisa lagi disebut bakso bukanlah sesuatu yang memuaskan.
Namun di luar kekurangan tersebut, Gambir Studio telah melakukan hal yang fantastis dengan KuloNiku: Bowl Up!. Ia kini resmi masuk ke dalam daftar salah satu game Indonesia paling menyenangkan yang pernah kami cicipi. Jelas bahwa game ini dibangun dengan penuh cinta dan penuh rasa. Dan hasil akhirnya? Luar biasa lezat!
Kesimpulan

- Sisi presentasi visual yang cerah dan imut
- OST solid, terutama saat kompetisi musik
- Mekanik masak dan mempersiapkan hidanngan berujung memuaskan
- Seru dan menantang, terutama saat permintaan pelanggan kian kompleks
- Banyak suntikan QOL yang membuat pengalaman mudah dinikmati dan dicerna
- Karakter-karakter pendukung asyik dengan leburan budaya Jepang kental di dalamnya
- Implementasi bahasa Indonesia yang tepat sasaran dan mengalir
- Detail kecil seperti efek bahan pada racikan bakso pantas diapresiasi
Kekurangan

- Beberapa permintaan bakso berujung terlalu absurd untuk dirasionalisasi
Direkomendasikan untuk gamer: yang senang dengan konsep masak atau management restoran, gamerawam yang belum pernah bermain game sama sekali
Bahkan, tidak direkomendasikan untuk gamer: yang punya masalah memori jangka pendek, otaku bakso dengan standar tinggi soal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan masakan ini
Sumber: FivaGame
