• TRENDING
  • The Skywalker Saga
  • Elden Ring Boss
  • Sonic Frontiers PS 5
  • Deathloop Gameplay
  • CONTACT US
SUBSCRIBE
Font ResizerAa
  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Search
  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Have an existing account? Sign In
Follow US
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Blog » [Opini] Perlukah Smartphone Kembali Pakai Baterai Lepas Pasang?
Berita Game

[Opini] Perlukah Smartphone Kembali Pakai Baterai Lepas Pasang?

Zevran Thaddeus
Last updated: July 5, 2026 9:54 am
Zevran Thaddeus
Share
7 Min Read
SHARE
  • Apakah Perlu Smartphone Kembali Gunakan Baterai Lepas Pasang?
    • Baterai Tanam: Desain Perangkat Jadi Lebih Sleek
    • Baterai Lepas Pasang: Kompromi demi Jangka Panjang
    • Kesimpulan

Era baterai lepas pasang – Sebelum era smartphone super canggih seperti sekarang, ponsel pada umumnya hanya digunakan untuk sebagai alat komunikasi semata. Kini, kehadiran kekuatan komputasi yang luar biasa ditambah dengan ekosistem aplikasi mumpuni, membuat ponsel berevolusi menjadi mesin kecil yang bisa melakukan apa saja dalam genggaman kita.

Hanya saja, tak jarang pula kita melihat kalau smartphone secara intrinsik sendiri sudah berbeda total dengan ponsel era Nokia dan Sony Ericsson. Kini bentuknya sudah seragam dan bawa spesifikasi serta OS yang sama atau mirip-mirip. Bagian yang paling kentara terlihat adalah semua smartphone sudah menggunakan jenis baterai tanam.

Selain itu, lantas, mengapa era

Selain itu, lantas, mengapa era smartphone dengan baterai yang bisa dicopot secara mudah sudah menghilang begitu saja? Apa sebenarnya yang menjadi pemicunya? Apakah bisa era tersebut kembali lagi? Mari kita bahas di artikel kali ini.

Apakah Perlu Smartphone Kembali Gunakan Baterai Lepas Pasang?

baterai lepas pasang
Apakah perlu kembali pakai baterai jenis lepas pasang?

Ponsel pintar era sekarang ibarat sebuah jam tangan mekanis yang penuh dengan printilan kecil saling menyatu. Ia membawa chipset kencang yang mampu menghasilkan panas berlebih. Sehingga smartphone masa kini perlu adanya sistem cooling bak komputer dengan heat spreadder atau bahkan vapor chamber untuk menyebarkan panas.

Teknologi chipset yang rakus daya ini juga berarti manufaktur harus menyiapkan baterai yang setidaknya punya kapasitas 5000mAh atau di atasnya. Otomatis, baterai menjadi komponen paling makan tempat di sebuah smartphone. baterai juga harus dijaga panasnya sehingga sistem cooling di smartphone harus mengakomodasi panas yang dihasilkan dari proses pengecasan puluhan Watt berkecepatan tinggi atau pengurasan ketika bermain game.

Di sisi lain, dengan begitu, menyiasati pemakaian brutal yang dilakukan pengguna, manufaktur harus mengambil langkah untuk menjaga baterai tetap awet meski digunakan dalam jangka waktu lama. Salah satunya adalah dengan menanamkan baterai secara permanen dalam body. Tapi, keputusan ini bukan tanpa kekurangan sama sekali. Sekalinya rusak, baterai menjadi tidak bisa diganti secara mandiri.

Sekarang pertanyaannya apakah keuntungan yang

Sekarang pertanyaannya apakah keuntungan yang dihasilkan dari keputusan ini setara dengan pengorbanan yang diterima konsumen? Untuk bisa menjawabnya, mari kita lihat seberapa banyak manfaat dari baterai tanam.

Baterai Tanam: Desain Perangkat Jadi Lebih Sleek

Image
Jenis baterai yang tidak bisa dilepas dengan mudah

Selain soal kapasitas baterai bisa dibuat lebih padat dan besar, baterai tipe tanam juga punya berbagai kelebihan dari sisi keamanan. Baterai yang direkatkan pada body smartphone berarti ia jauh lebih tidak mungkin mengalami benturan dengan komponen lain. Manufaktur juga bisa menghadirkan teknologi fast charging ngebut yang juga butuh pendingin pasif dan menyebarkan panasnya melewati body atau backdoor.

Menariknya, dengan bentuk baterai dan kapasitas yang seragam, brand juga bisa membuat smartphone tampil lebih tipis. Dengan tipe baterai yang sudah menyatu, brand tidak perlu lagi mendesain latch yang berfungsi untuk mengeluarkan baterai. Perangkat bisa dibuat jadi lebih tipis lagi dengan membuat baterai lebih tipis namun punya dimensi lebih besar. Backdoor juga jadi bisa menggunakan material selain plastik. Makanya banyak brand menggunakan material kaca, faux leather, dan berbagai material unik lainnya.

Satu lagi alasan yang tidak kalah penting adalah ketahanan terhadap air dan debu. Kita sama-sama tahu kalau musuh utama dari perangkat elektronik adalah air. Maka dari itu hampir seluruh brand smartphone kini sudah menyematkan sertifikasi anti air dan debu bernama IP rating.

Syarat untuk bisa tetap terjaga

Syarat untuk bisa tetap terjaga IP rating adalah dengan tidak menggunakan backdoor lepas pasang. Bahkan beberapa brand smartphone menerapkan penggunaan lem kelas industri yang super lengket pada backdoor.

Baterai Lepas Pasang: Kompromi demi Jangka Panjang

Image
Baterai yang mudah lepas pasang

Perlu diketahui, lalu bagaimana dengan kelebihan menggunakan baterai yang bisa dilepas pasang? Kalau kamu pernah melewati era baterai seperti itu, maka kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan satu ponsel bisa memiliki lebih dari satu baterai saja. Ya, daripada pusing membeli power bank, banyak yang menyiasati masa pakai dengan membeli baterai kedua atau bahkan ketiga. Alasannya cukup simpel: baterainya mudah dilepas.

Alasan berikutnya juga sebenarnya masih nyambung: yaitu kamu bisa dengan mudah mengganti baterai yang ngembung dengan baterai baru. Dikarenakan masa pakai baterai hanya sekitar 3 sampai 5 tahun sesuai tingkat penggunaan, kemampuan untuk mengganti sendiri baterai tentu sangat penting.

Begitu kita sudah bisa mengganti sendiri baterai, maka masa pakai ponsel akan bertambah lebih panjang karena kita tidak perlu lagi membeli unit baru dikarenakan biaya servis selangit. Hal ini yang sangat digaungkan oleh Uni Eropa dimana dinegara-negara tersebut, hak untuk memperbaiki sendiri (Right-to-Repair) sangat dijunjung tinggi.

Sementara itu, brand mau tidak

Sementara itu, brand mau tidak mau harus mengikuti aturan yang ada jika mau menjamah pasar Eropa. Bahkan badan tersebut mampu mempengaruhi raksasa sekelas Apple untuk berbenah dan meninggalkan konektor Lightning pada perangkat mereka untuk digantikan dengan USB-C.

Kesimpulan

Menimbang antara perlu atau tidaknya smartphone kembali menggunakan baterai yang bisa lepas pasang tentu bukan perkara mudah. Di satu sisi, baterai berjenis tanam sudah membentuk bagaimana ekosistem smartphone didesain. Tapi, disisi lain banyak pendapat valid soal keberlangsungan dan potensi daya rusak yang ditimbulkan dari limbah elektronik.

Menurut penulis, rasanya brand harus bisa mencari cara bagaimana tetap bisa menyajikan smartphone yang masih pertahankan wujud modern tetapi masih bisa dengan mudah diganti komponen dalamnya secara mandiri. Rasanya, jika ada niat yang kuat, itu bukan hal yang mustahil. Gimana menurut kamu?


Lebih lanjut, dapatkan informasi keren di FivaGame terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari ZevranThaddeus. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].

Tags: smartphone

Sumber: FivaGame

Contents
    • Selain itu, lantas, mengapa era
  • Apakah Perlu Smartphone Kembali Gunakan Baterai Lepas Pasang?
    • Sekarang pertanyaannya apakah keuntungan yang
    • Baterai Tanam: Desain Perangkat Jadi Lebih Sleek
    • Syarat untuk bisa tetap terjaga
    • Baterai Lepas Pasang: Kompromi demi Jangka Panjang
    • Sementara itu, brand mau tidak
    • Kesimpulan
Pro Player Dota 2 TaiLung Kena Banned, Tak Boleh Ikut The International 2026
Siapa Itu Bowie Knife99 di Forza Horizon 6?
Sony Prediksi Penjualan Hardware PS5 Bakal Ada Penurunan di Tahun Fiskal 2026
[RUMOR] Early Leak Tsaritsa Genshin Impact Dibocorkan Leaker
Visual Forza Horizon 6 yang Terasa Realistis Membuat Kagum Banyak Gamer di Jepang
Share This Article
Facebook Email Print

New Releases

- Advertisement -
Ad image

Trending Stories

Berita Game

Fable Akan Tawarkan Cerita Utama 15-20 Jam

September 1, 2026
Berita Game

Sony Umumkan PlayStation State of Play September 2026

September 1, 2026
Berita Game

Review Onimusha – Way of the Sword: Aksi yang Nyaris Sempurna!

September 1, 2026
Berita Game

Rumor Square Enix Akan Dijual Mengemuka

September 1, 2026
Berita Game

Apa itu Abandonware? Arti, dan Status Legalitasnya

September 1, 2026
Berita Game

Developer Game Indie Kehilangan Laptop di Gamescom 2026, Panitia Beri Pernyataan

August 31, 2026

FIVAGAME.ID

Berita game, tren industri, dan perkembangan dunia gaming

Follow US on Social Media

Facebook Youtube Steam Twitch Unity

Copyright © 2026 fivagame.id, All Rights Reserved.

Partnership

More from Fivagame

  • Berita Game
  • Game Populer
  • Jadwal Esports
  • Tips & Panduan
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?