Tidak usai berhenti di RAM, SSD, prosesor, dan GPU, kini komponen motherbord yang biasanya relatif aman juga dikabarkan akan turut mengalami kenaikan. Apa penyebabnya kali ini?
Harga Motherboard Ikut Penyesuaian, Rakit PC Semakin Tidak Terjangkau?

Berbagai brand motherboard asal Taiwan dikabarkan akan menaikkan harga produk mereka setidaknya sampai 50% di kuartal ketiga tahun ini. Brand asal Taiwan seperti Gigabyte, Asus, dan MSI disebutkan akan menaikkan harga untuk tetap menjaga margin keuntungan.
Selain itu, berdasarkan laporan yang ditemukan Videocardz, kenaikan ini merupakan dampak dari melonjaknya harga bahan baku seperti tembaga, kapasitor, komponen daya, dan juga chip controller. Kenaikan harga ini tentu akan berdampak pada daya beli konsumen yang sudah menurun sejak krisis RAM terjadi akhir tahun 2025 silam.

Hanya saja, rasanya jarang sekali upgrade mobo dilakukan oleh konsumen jika tidak ada kerusakan board. Kebanyakan upgrade baru diwajibkan ketika pengguna akan melakukan upgrade sistem dengan socket CPU yang tidak lagi kompatibel dengan board sekarang.
Ditambah lagi dengan kenaikan harga
Ditambah lagi dengan kenaikan harga DDR5 yang tidak masuk akal, membuat konsumen lebih memilih bertahan di generasi lawas yang masih menggunakan DDR4. Kenaikan harga ini sudah mencapai seluruh komponen inti pada PC, jadi bukan tidak masuk akal kalau penjualan industri PC belakangan ini lesu. Gimana menurut kamu? Apakah sebelum naik, saatnya ganti motherboard yang lebih baik?
Di sisi lain, dapatkan informasi keren di FivaGame terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari JayaWardana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]
Sumber: FivaGame
