Apa itu Abandonware – Belakangan ini muncul pembahasan mengenai Abandonware di media sosial. Tentu tidak semua orang mengetahui apa yang yang dimaksud dengan kata tersebut.
Pada artikel kali ini, FivaGame akan membahas seputar Abandonware mulai dari artinya hingga status legalitasnya. Tanpa perlu berbasa-basi lagi, yuk langsung saja kita bahas mengenai hal ini.
Apa itu Abandonware?

Selain itu, abandonware adalah aplikasi lama yang telah ditinggalkan atau tidak lagi didukung oleh pengembang atau penerbit. Segala bentuk software/aplikasi mulai dari aplikasi produktivitas hingga aplikasi hiburan seperti video game yang tak didukung masuk ke dalam kategori ini. istilah ini sendiri bukanlah istilah resmi melainkan istilah yang digunakan oleh komunitas.
Jika dipisah, Abandon berarti ditinggalkan dan ware artinya perangkat. Para pengembang tidak lagi menjual atau mendistribusikaan aplikasi-aplikasi tersebut sehingga untuk mengaksesnya sangat sulit.
Alasan Aplikasi Dianggap Abandonware

Ada beberapa alasan mengapa aplikasi ditinggalkan oleh pengembang. Pada umumnya, pengembang meninggalkan aplikasi ini karena mereka berfokus mengembangkan aplikasi baru.
Di sisi lain, para pengembang memilih untuk mengembangkan aplikasi baru karena aplikasi sebelumnya memiliki batasan-batasan tertentu mulai dari mentoknya peningkatan teknologi dan lainnya. Jika bicara tentang videogame, sebuah game dikatakan Abandonware jika sudah lama sekali tidak mendapatkan pembaruan dan pengembang game telah merilis sekuel atau seri terbaru dari game tersebut.
Alasan selanjutnya adalah habisnya masa berlaku lisensi. Untuk videogame, terkadang para pengembang memasukkan hal-hal yang menggunakan lisensi dari pihak ke-3 seperti lisensi musik, senjata, klub bola, kendaraan, dan lainnya.
Apakah Abandonware Legal?

Lalu, bagaimana status Abandonware ini? Seperti yang dijelaskan sebelumnya, penamaan tersebut bukanlah nama resmi melainkan sebutan komunitas untuk aplikasi-aplikasi yang telah ditinggalkan.
Menariknya, legalitas aplikasi ini tetap mengacu sama seperti saat mereka masih didukung oleh pengembang dan penerbit. Jika ingin mengaksesnya, pengguna harus membeli aplikasi tersebut terlebih dahulu jika aplikasi merupakan aplikasi berbayar. Jika aplikasi tersebut gratis, pengguna dapat mengunduhnya seperti biasa.
Aplikasi-aplikasi ini masih dilindungi secara legal meskipun telah ditinggalkan. Dan perlindungan hak cipta ini berlaku berpuluh-puluh tahun. Untuk video game, pada umumnya hak cipta berlaku selama 70 tahun lebih.
Jadi, mengunduh aplikasi yang telah
Jadi, mengunduh aplikasi yang telah ditinggalkan ini bisa dianggap ilegal jika mengunduh bukan melalui jalur resminya dan bisa dianggap sebagai tindakan pembajakan aplikasi meskipun aplikasi tersebut tak lagi tersedia.
Mengapa Ada Situs Yang Menyebarkannya?

Perlu diketahui, kehadiran situs-situs yang menyediakan aplikasi-aplikasi yang ditinggalkan ini memiliki 2 sisi yang cukup berbeda. Di satu sisi, banyak pihak yang menganggap kehadirannya sebagai tidakan preservasi aplikasi.
Di sisi lain, para pengembang dan penerbit terkadang masih mengambil tindakan untuk mengirimkan DMCA (Digital Millennium Copyright Act) Takedown kepada penyedia Abandonware karena dianggap melanggar hak cipta.
Nah itulah informasi seputar Abandonware mulai dari artinya hingga status legalitasnya. Bagaimana menurutmu, Brott? Apakah aplikasi-aplikasi yang ditinggalkan ini perlu dilestarikan? Ataukah dibiarkan saja terabaikan?
Sementara itu, baca juga informasi
Sementara itu, baca juga informasi menarik FivaGame lainnya terkait Kisah atau artikel lainnya dari BaskaraAdiwangsa. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected]
Sumber: FivaGame
