Game Sandbox Steam – Steam saat ini menjadi salah satu toko game PC terbesar dengan pilihan game yang nyaris tidak ada habisnya. Pada platform milik Valve tersebut, pemain bisa menemukan game dari berbagai genre, mulai dari RPG, FPS, simulasi, horor hingga visual novel.
Namun, di tengah banyaknya pilihan tersebut, ada satu genre yang tampaknya tetap menjadi “mesin pendapatan” paling konsisten, yaitu Sandbox. Serius?
Hasil Studi Soal Genre Sandbox Masih Menjadi Game Paling Laris di Steam

Selain itu, hal itu terungkap lewat laporan Steam Revenue Report dari salah satu platform analisis, We Love It. Studi tersebut meneliti performa sekitar 100 ribu game berbayar di platform milik Valve dan memperkirakan nilai pendapatan gabungannya mencapai 129,8 miliar dolar AS. Dari berbagai genre yang dibandingkan, game Sandbox disebut sebagai salah satu yang paling unggul dalam menghasilkan pendapatan.

Berdasarkan data yang dipublikasikan, genre Sandbox bukan hanya mampu mencatatkan pendapatan tinggi pada game-game besar saja. Genre tersebut juga memiliki median pendapatan yang solid, serta hasil yang baik pada kelompok 10 persen game berpendapatan tertinggi.
Dengan kata lain, game dengan genre Sandbox terlihat lebih konsisten menghasilkan game sukses dibanding banyak genre lain di platform milik Valve.
Di sisi lain, salah satu
Di sisi lain, salah satu angka yang paling menarik adalah tingkat keberhasilannya. Sekitar 27,4 persen game genre tersebut dalam studi tersebut diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan seumur hidup lebih dari 100 ribu dolar AS.
Angka itu menempatkan genre Sandbox di posisi atas, mengungguli game FPS berbayar yang berada di angka 21,8 persen. Game RPG pada 19,5 persen dan game aksi RPG di sekitar 19 persen.
Kesuksesan Genre Sandbox Terbilang Sangat Masuk Akal

Kesuksesan genre Sandbox sendiri tidak terlalu mengejutkan. Game dalam genre tersebut biasanya memberi kebebasan besar bagi pemain untuk menjelajah, membangun, mengumpulkan sumber daya, membuat eksperimen, atau menciptakan tujuan bermain sendiri. Berbeda dari game linear yang punya jalur cerita dan progress yang lebih terarah, game genre tersebut bisa memberi pengalaman berbeda pada setiap pemain.
Menariknya, walau hasilnya menarik, angka-angka tersebut bukan data resmi dari Valve. We Love It menggunakan metode Boxleiter, yaitu pendekatan yang memperkirakan penjualan berdasarkan jumlah dan kualitas ulasan pemain, lalu mengalikannya dengan harga game. Karena itu, data itu lebih tepat dibaca sebagai gambaran tren pasar, bukan catatan keuangan pasti dari tiap studio.
Baca juga informasi menarik FivaGame lainnya terkait Steam atau artikel lainnya dari JayaWardana. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
Sumber: FivaGame
