Shuhei Yoshida Japan Studio – Dalam komunitas Gamer, Japan Studio dikenal sebagai tim developer yang telah menciptakan berbagai game-game populer di bawah naungan Sony Interactive, seperti Patapon, Shadow of the Colossus, dan masih banyak lagi.
Namun sayangnya studio tersebut telah dibubarkan oleh Sony pada tahun 2021 yang lalu dan ada yang bergabung dengan studio lain seperti Team Asobi. Dan ternyata mereka dibubarkan oleh Sony karena perusahaan lebih ingin game AAA ketimbang game AA yang biasanya dibuat oleh studio tersebut. Lho, serius nih?!
Shuhei Yoshida Ungkap Alasan Japan Studio Ditutup oleh Sony

Selain itu, dalam sebuah acara konferensi CEDEC 2026 (via GamesRadar+), Shuhei Yoshida selaku mantan President PlayStation turut hadir dengan memberikan berbagai informasi menarik seputar industri video game di tempat dulunya dia bekerja. Dalam salah satu sesi, dia juga membahas mengenai alasan dari Japan Studio ditutup dan dibubarkan oleh Sony pada tahun 2021 yang lalu.
Yoshida menjelaskan bahwa studio game yang membuat game Shadow of the Colossus itu ditutup dan dibubarkan oleh Sony karena perusahaan tersebut menginginkan mereka untuk membuat game AAA, bukan game AA.
Dengan besarnya skala tugas dari permintaan Sony, studio tersebut tidak mampu untuk mewujudkannya karena mereka lebih berfokus dalam membuat game-game yang kreatif. Bahkan pada saat dia masih menjabat sebagai President PlayStation sudah mencoba menjelaskan hal ini kepada Sony bagaimana cara kerja dan game yang dibuat oleh studio tersebut.
Sulit untuk Mewujudkan Keinginan Perusahaan

Di sisi lain, pada saat itu, Yoshida merasa khawatir dengan tim Japan Studio yang ada di sana terhadap keinginan dari perusahaan Sony PlayStation. Itu karena studio tersebut memiliki banyak orang berbakat seperti Keiichiro Toyama selaku Kreator Silent Hill.
Dia juga menjelaskan bagaimana tim tersebut memiliki banyak ide kreatif dalam membuat game dengan skala yang tidak terlalu besar. Apalagi pada saat itu, game AA benar-benar cocok untuk dirilis di PS Vita.
Namun dengan keinginan dari perusahaan Sony PlayStation yang transisi ke game AAA untuk konsol PS4 dan PS5. Sulit bagi studio tersebut untuk mengikuti skala proyek game sebesar itu sekelas God of War atau Uncharted.

Menariknya, yoshida menambahkan meski orang-orang
Menariknya, yoshida menambahkan meski orang-orang yang ada di Japan Studio ada sudah tidak lagi bekerja di bawah naungan Sony PlayStation. Dia berharap orang-orang bisa memberikan dukungan kepada mereka yang kini bergabung atau membentuk studio game baru.
Misalnya saja Keiichiro Toyama yang telah membuat Slitterhead dan Hiroyuki Kotani yang kini membuat game spiritual successor Patapon berjudul Ratatan.
Itulah informasi mengenai bagaimana Japan Studio ditutup dan dibubarkan oleh Sony karena mereka ingin game AAA ketimbang game AA. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Perlu diketahui, baca juga informasi menarik FivaGame lainnya terkait Sony atau artikel lainnya dari SekarPrameswari. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
Sumber: FivaGame
